Best Friend More Than All
            Sejak aku menjadi siswa baru di SMP ini,aku merasa  bahagia sekali. Namun,sejak saat itu juga kesepian dan kesendirian selalu menjadi makanan sehari-hariku. Ironisnya,kesepian dan kesendirian itu selalu menghantui hari-hariku selama setahun sejak aku duduk di bangku SMP. Kesepian itu selalu kurasakan karna aku harus rela kehilangan seorang sahabat yang ku kenal sangat baik semasa SD. Sayangnya,ia tak bisa bersekolah di sekolah yang sama denganku.
-_-~-_-~-_-
            Satu tahun telah berlalu.Kini,aku telah duduk di bangku kelas 8,tepatnya di kelas 8F. Di kelas ini,aku mendapat banyak teman baru,suasana baru,dan banyak hal baru yang lainnya. Di kelas inilah aku merasa telah menemukan sosok teman yang berbeda dari temanku yang lain.
“Hai Meyy…!!!” serunya seraya menepuk bahuku.
“Hai” Jawabku dengan nada datar.
“Aku baru tahu kalo kamu di kelas ini juga,”
“Iya,hari pertama masuk sekolah aku sakit. Jadi ngga bisa bisa masuk” jelasku.
“Ooo… hmm,ya udah aku ke sana dulu ya Mey…”
“Iya,”
            Caranya memanggil namaku berbeda dari teman-temanku yang lain. Dia memanggilku “Mey” sedangkan teman-temanku yang lain memanggilku “La”. Dua kata berbeda yang seperti akan sering kudengar.
            Sejak percakapan itulah,hatiku kembali terbuka untuk menerima sosok sahabat yang selama setahun ini kucari. Semakin hari,aku semakin akrab dengannya. Aku semakin sering merasakan kebahagiaan dan keceriaan bersamanya. Aku memberikannya perlakuan yang berbeda kepadanya. Bukan berarti aku lebih mengutamakan dia,malah sebaliknya. Aku lebih menunjukkan kecuekanku di depannya daripada senyumku.
            Tapi,lama-kelamaan aku mulai menyadari bahwa perlakuanku kepada Kya selama ini bukanlah perlakuan yang baik terhadap seorang sahabat. Perlahan,aku mulai berusaha mengubah sikapku kepadanya. Meski rasanya cukup sulit,tapi akhirnya aku berhasil menjalaninya.
^_^~^_^~^_^
            Hari-hariku semakin berwarna dipertengahan kelas 8 ini. Aku tak pernah merasa canggung lagi untuk melemparkan seutas senyum ramah kepada Kya atau bahkan mengucapkan selamat karna prestasi yang didapatnya.
“ Waaah… Kya pinter ya. Bisa dapet nilai ulangan Bahasa Indonesia tertinggi…!” ucapku bersemangat memberikan ucapan selamat kepadanya.
“Haha…itu cuma kebetulan kok Mey…”Jawabnya ramah.
“Hmm…ato…jangan-jangan…. Bu Lina itu ibumu ya? Buktinya nilai Bahasa Indonesiamu bagus-bagus…” Aku mulai tertarik untuk menjailinya
“Ha?
Engga Mey… bukan,Bu Lina bukan ibuku. Hmm… jangan-jangan kamu anaknya Pak Kiki ya? Tiap kali ada tes matematika,pasti nilaimu bagus!” Ucap Kya balas menjailiku.
“Hahaha…”
“Tu kan bener. Buktinya kamu Cuma bisa ketawa,ngga bisa ngelak kan?”
“Heyy…! Ya ngga lah aku kan ngga mirip sama Pak Kiki”
“Mirip kok… sama-sama jago matematika…”
            Canda dan tawa kini telah menjadi suatu hal yang mudah untuk kudapatkan. Hidupku kini jauh lebih berwarna.
^_^~^_^~^_^
            Tak terasa,masa-masa indah di kelas 8 sebentar lagi akan berakhir. UAS sudah ada di depan mata. Semua sibuk belajar. Yaa…walaupun ada juga yang masih malas untuk belajar.~
            Setelah beberapa hari menghadapi soal-soal UAS yang sebagian sempat membuat otakku jungkir balik. Akhirnya UAS selesai. Semua temanku merasa lega dan senang. Tapi,tidak denganku. Aku mulai merasa sedih dan bimbang melihat perubahan sikap Kya terhadapku. Sekarang,dia tak sedekat dulu lagi denganku. Aku sendiri,tak tau pasti apa penyebabnya. Yang pasti,sejak saat itu aku selalu merasa sedih dan kesepian “lagi”.
-_-~-_-~-_-
            Saat memasuki tahun ajaran baru,aku baru mengtahui penyebab perubahan sikap Kya. Dan ternyata,dugaanku 99,9% benar. Kya telah memiliki sahabat baru. Dia adalah Thia,teman sekelasku juga waktu aku masih di kelas 8.
            Kya tak pernah lagi peduli padaku. Sedih dan pedih. Itulah yang selalu aku rasakan. Entah sampai kapan Kya akan menjauhiku. Tapi,sampai kapanpun aku akan tetap mengganggap Kya sebagai “My Best Friend More Than All”. Bagaimanapun sifatnya kepadaku saat ini,aku akan tetap mengganggapnya sebagai sahabat terbaik. Sahabat yang pernah menjadi bintang di hatiku yang selalu menerangi hatiku saat gelap gulita,hening,dan juga sepi. Sampai kapanpun, aku tetap menunggunya kembali menjadi Kya yang dulu.
-_-~-_-~-_-
            Siang itu,aku benar-benar merasa kesepian. Tidak ada lagi teman yang bisa menemaniku. Akhirnya,aku menyerah. Aku tak tahan lagi tinggal dalam kesepian ini. Ini benar-benar menyiksaku. Aku memutuskan untuk mencari teman yang bisa di ajak ngobrol meski hanya lewat pesan singkat. Aku mengirim pesan singkat kepada Thia. Tak lama kemudian,aku mendapat balasan dari Thia. Dan sejak saat itulah,kami berdua mulai akrab.
            Melalui percakapan setiap hari,aku mulai bisa akrab dengan Kya lagi. Dan,keadaan menajdi semakin lebih baik. Karna sekarang aku mendapat sahabat baru. Thia. Sekarang,dia juga menjadi sahabat untukku.
            Hebat kan? Aku bisa mempunyai dua orang sahabat yang sangat berharga dan lebih dari segalanya. Sahabat yang akan mewarnai hari-hari dalam hidupku…. ^^


NB        : buat pengarang cerpennya…maaf ya cerpenmu tak edit-edit sak kerepku dewe ^^                 Plus,maaf  juga kalo nama tokohnya tak samarin semua : D

Flying Pink Butterfly Kaoani

About Blog

don't forget to follow and read a enjoying my stories : D

Diposting oleh Bernedicta Bubia

Best Friend More Than All
            Sejak aku menjadi siswa baru di SMP ini,aku merasa  bahagia sekali. Namun,sejak saat itu juga kesepian dan kesendirian selalu menjadi makanan sehari-hariku. Ironisnya,kesepian dan kesendirian itu selalu menghantui hari-hariku selama setahun sejak aku duduk di bangku SMP. Kesepian itu selalu kurasakan karna aku harus rela kehilangan seorang sahabat yang ku kenal sangat baik semasa SD. Sayangnya,ia tak bisa bersekolah di sekolah yang sama denganku.
-_-~-_-~-_-
            Satu tahun telah berlalu.Kini,aku telah duduk di bangku kelas 8,tepatnya di kelas 8F. Di kelas ini,aku mendapat banyak teman baru,suasana baru,dan banyak hal baru yang lainnya. Di kelas inilah aku merasa telah menemukan sosok teman yang berbeda dari temanku yang lain.
“Hai Meyy…!!!” serunya seraya menepuk bahuku.
“Hai” Jawabku dengan nada datar.
“Aku baru tahu kalo kamu di kelas ini juga,”
“Iya,hari pertama masuk sekolah aku sakit. Jadi ngga bisa bisa masuk” jelasku.
“Ooo… hmm,ya udah aku ke sana dulu ya Mey…”
“Iya,”
            Caranya memanggil namaku berbeda dari teman-temanku yang lain. Dia memanggilku “Mey” sedangkan teman-temanku yang lain memanggilku “La”. Dua kata berbeda yang seperti akan sering kudengar.
            Sejak percakapan itulah,hatiku kembali terbuka untuk menerima sosok sahabat yang selama setahun ini kucari. Semakin hari,aku semakin akrab dengannya. Aku semakin sering merasakan kebahagiaan dan keceriaan bersamanya. Aku memberikannya perlakuan yang berbeda kepadanya. Bukan berarti aku lebih mengutamakan dia,malah sebaliknya. Aku lebih menunjukkan kecuekanku di depannya daripada senyumku.
            Tapi,lama-kelamaan aku mulai menyadari bahwa perlakuanku kepada Kya selama ini bukanlah perlakuan yang baik terhadap seorang sahabat. Perlahan,aku mulai berusaha mengubah sikapku kepadanya. Meski rasanya cukup sulit,tapi akhirnya aku berhasil menjalaninya.
^_^~^_^~^_^
            Hari-hariku semakin berwarna dipertengahan kelas 8 ini. Aku tak pernah merasa canggung lagi untuk melemparkan seutas senyum ramah kepada Kya atau bahkan mengucapkan selamat karna prestasi yang didapatnya.
“ Waaah… Kya pinter ya. Bisa dapet nilai ulangan Bahasa Indonesia tertinggi…!” ucapku bersemangat memberikan ucapan selamat kepadanya.
“Haha…itu cuma kebetulan kok Mey…”Jawabnya ramah.
“Hmm…ato…jangan-jangan…. Bu Lina itu ibumu ya? Buktinya nilai Bahasa Indonesiamu bagus-bagus…” Aku mulai tertarik untuk menjailinya
“Ha?
Engga Mey… bukan,Bu Lina bukan ibuku. Hmm… jangan-jangan kamu anaknya Pak Kiki ya? Tiap kali ada tes matematika,pasti nilaimu bagus!” Ucap Kya balas menjailiku.
“Hahaha…”
“Tu kan bener. Buktinya kamu Cuma bisa ketawa,ngga bisa ngelak kan?”
“Heyy…! Ya ngga lah aku kan ngga mirip sama Pak Kiki”
“Mirip kok… sama-sama jago matematika…”
            Canda dan tawa kini telah menjadi suatu hal yang mudah untuk kudapatkan. Hidupku kini jauh lebih berwarna.
^_^~^_^~^_^
            Tak terasa,masa-masa indah di kelas 8 sebentar lagi akan berakhir. UAS sudah ada di depan mata. Semua sibuk belajar. Yaa…walaupun ada juga yang masih malas untuk belajar.~
            Setelah beberapa hari menghadapi soal-soal UAS yang sebagian sempat membuat otakku jungkir balik. Akhirnya UAS selesai. Semua temanku merasa lega dan senang. Tapi,tidak denganku. Aku mulai merasa sedih dan bimbang melihat perubahan sikap Kya terhadapku. Sekarang,dia tak sedekat dulu lagi denganku. Aku sendiri,tak tau pasti apa penyebabnya. Yang pasti,sejak saat itu aku selalu merasa sedih dan kesepian “lagi”.
-_-~-_-~-_-
            Saat memasuki tahun ajaran baru,aku baru mengtahui penyebab perubahan sikap Kya. Dan ternyata,dugaanku 99,9% benar. Kya telah memiliki sahabat baru. Dia adalah Thia,teman sekelasku juga waktu aku masih di kelas 8.
            Kya tak pernah lagi peduli padaku. Sedih dan pedih. Itulah yang selalu aku rasakan. Entah sampai kapan Kya akan menjauhiku. Tapi,sampai kapanpun aku akan tetap mengganggap Kya sebagai “My Best Friend More Than All”. Bagaimanapun sifatnya kepadaku saat ini,aku akan tetap mengganggapnya sebagai sahabat terbaik. Sahabat yang pernah menjadi bintang di hatiku yang selalu menerangi hatiku saat gelap gulita,hening,dan juga sepi. Sampai kapanpun, aku tetap menunggunya kembali menjadi Kya yang dulu.
-_-~-_-~-_-
            Siang itu,aku benar-benar merasa kesepian. Tidak ada lagi teman yang bisa menemaniku. Akhirnya,aku menyerah. Aku tak tahan lagi tinggal dalam kesepian ini. Ini benar-benar menyiksaku. Aku memutuskan untuk mencari teman yang bisa di ajak ngobrol meski hanya lewat pesan singkat. Aku mengirim pesan singkat kepada Thia. Tak lama kemudian,aku mendapat balasan dari Thia. Dan sejak saat itulah,kami berdua mulai akrab.
            Melalui percakapan setiap hari,aku mulai bisa akrab dengan Kya lagi. Dan,keadaan menajdi semakin lebih baik. Karna sekarang aku mendapat sahabat baru. Thia. Sekarang,dia juga menjadi sahabat untukku.
            Hebat kan? Aku bisa mempunyai dua orang sahabat yang sangat berharga dan lebih dari segalanya. Sahabat yang akan mewarnai hari-hari dalam hidupku…. ^^


NB        : buat pengarang cerpennya…maaf ya cerpenmu tak edit-edit sak kerepku dewe ^^                 Plus,maaf  juga kalo nama tokohnya tak samarin semua : D

BEST FRIEND

Diposting oleh Bernedicta Bubia


Diberdayakan oleh Blogger.
Best Friend More Than All
            Sejak aku menjadi siswa baru di SMP ini,aku merasa  bahagia sekali. Namun,sejak saat itu juga kesepian dan kesendirian selalu menjadi makanan sehari-hariku. Ironisnya,kesepian dan kesendirian itu selalu menghantui hari-hariku selama setahun sejak aku duduk di bangku SMP. Kesepian itu selalu kurasakan karna aku harus rela kehilangan seorang sahabat yang ku kenal sangat baik semasa SD. Sayangnya,ia tak bisa bersekolah di sekolah yang sama denganku.
-_-~-_-~-_-
            Satu tahun telah berlalu.Kini,aku telah duduk di bangku kelas 8,tepatnya di kelas 8F. Di kelas ini,aku mendapat banyak teman baru,suasana baru,dan banyak hal baru yang lainnya. Di kelas inilah aku merasa telah menemukan sosok teman yang berbeda dari temanku yang lain.
“Hai Meyy…!!!” serunya seraya menepuk bahuku.
“Hai” Jawabku dengan nada datar.
“Aku baru tahu kalo kamu di kelas ini juga,”
“Iya,hari pertama masuk sekolah aku sakit. Jadi ngga bisa bisa masuk” jelasku.
“Ooo… hmm,ya udah aku ke sana dulu ya Mey…”
“Iya,”
            Caranya memanggil namaku berbeda dari teman-temanku yang lain. Dia memanggilku “Mey” sedangkan teman-temanku yang lain memanggilku “La”. Dua kata berbeda yang seperti akan sering kudengar.
            Sejak percakapan itulah,hatiku kembali terbuka untuk menerima sosok sahabat yang selama setahun ini kucari. Semakin hari,aku semakin akrab dengannya. Aku semakin sering merasakan kebahagiaan dan keceriaan bersamanya. Aku memberikannya perlakuan yang berbeda kepadanya. Bukan berarti aku lebih mengutamakan dia,malah sebaliknya. Aku lebih menunjukkan kecuekanku di depannya daripada senyumku.
            Tapi,lama-kelamaan aku mulai menyadari bahwa perlakuanku kepada Kya selama ini bukanlah perlakuan yang baik terhadap seorang sahabat. Perlahan,aku mulai berusaha mengubah sikapku kepadanya. Meski rasanya cukup sulit,tapi akhirnya aku berhasil menjalaninya.
^_^~^_^~^_^
            Hari-hariku semakin berwarna dipertengahan kelas 8 ini. Aku tak pernah merasa canggung lagi untuk melemparkan seutas senyum ramah kepada Kya atau bahkan mengucapkan selamat karna prestasi yang didapatnya.
“ Waaah… Kya pinter ya. Bisa dapet nilai ulangan Bahasa Indonesia tertinggi…!” ucapku bersemangat memberikan ucapan selamat kepadanya.
“Haha…itu cuma kebetulan kok Mey…”Jawabnya ramah.
“Hmm…ato…jangan-jangan…. Bu Lina itu ibumu ya? Buktinya nilai Bahasa Indonesiamu bagus-bagus…” Aku mulai tertarik untuk menjailinya
“Ha?
Engga Mey… bukan,Bu Lina bukan ibuku. Hmm… jangan-jangan kamu anaknya Pak Kiki ya? Tiap kali ada tes matematika,pasti nilaimu bagus!” Ucap Kya balas menjailiku.
“Hahaha…”
“Tu kan bener. Buktinya kamu Cuma bisa ketawa,ngga bisa ngelak kan?”
“Heyy…! Ya ngga lah aku kan ngga mirip sama Pak Kiki”
“Mirip kok… sama-sama jago matematika…”
            Canda dan tawa kini telah menjadi suatu hal yang mudah untuk kudapatkan. Hidupku kini jauh lebih berwarna.
^_^~^_^~^_^
            Tak terasa,masa-masa indah di kelas 8 sebentar lagi akan berakhir. UAS sudah ada di depan mata. Semua sibuk belajar. Yaa…walaupun ada juga yang masih malas untuk belajar.~
            Setelah beberapa hari menghadapi soal-soal UAS yang sebagian sempat membuat otakku jungkir balik. Akhirnya UAS selesai. Semua temanku merasa lega dan senang. Tapi,tidak denganku. Aku mulai merasa sedih dan bimbang melihat perubahan sikap Kya terhadapku. Sekarang,dia tak sedekat dulu lagi denganku. Aku sendiri,tak tau pasti apa penyebabnya. Yang pasti,sejak saat itu aku selalu merasa sedih dan kesepian “lagi”.
-_-~-_-~-_-
            Saat memasuki tahun ajaran baru,aku baru mengtahui penyebab perubahan sikap Kya. Dan ternyata,dugaanku 99,9% benar. Kya telah memiliki sahabat baru. Dia adalah Thia,teman sekelasku juga waktu aku masih di kelas 8.
            Kya tak pernah lagi peduli padaku. Sedih dan pedih. Itulah yang selalu aku rasakan. Entah sampai kapan Kya akan menjauhiku. Tapi,sampai kapanpun aku akan tetap mengganggap Kya sebagai “My Best Friend More Than All”. Bagaimanapun sifatnya kepadaku saat ini,aku akan tetap mengganggapnya sebagai sahabat terbaik. Sahabat yang pernah menjadi bintang di hatiku yang selalu menerangi hatiku saat gelap gulita,hening,dan juga sepi. Sampai kapanpun, aku tetap menunggunya kembali menjadi Kya yang dulu.
-_-~-_-~-_-
            Siang itu,aku benar-benar merasa kesepian. Tidak ada lagi teman yang bisa menemaniku. Akhirnya,aku menyerah. Aku tak tahan lagi tinggal dalam kesepian ini. Ini benar-benar menyiksaku. Aku memutuskan untuk mencari teman yang bisa di ajak ngobrol meski hanya lewat pesan singkat. Aku mengirim pesan singkat kepada Thia. Tak lama kemudian,aku mendapat balasan dari Thia. Dan sejak saat itulah,kami berdua mulai akrab.
            Melalui percakapan setiap hari,aku mulai bisa akrab dengan Kya lagi. Dan,keadaan menajdi semakin lebih baik. Karna sekarang aku mendapat sahabat baru. Thia. Sekarang,dia juga menjadi sahabat untukku.
            Hebat kan? Aku bisa mempunyai dua orang sahabat yang sangat berharga dan lebih dari segalanya. Sahabat yang akan mewarnai hari-hari dalam hidupku…. ^^


NB        : buat pengarang cerpennya…maaf ya cerpenmu tak edit-edit sak kerepku dewe ^^                 Plus,maaf  juga kalo nama tokohnya tak samarin semua : D





<a href=&#8221;http://zawa.blogsome.com&#8221;>Zawa Clocks</a>